Baru Permulaan

Akhir nya karya tulis berupa cerita bersambung berjudul Puisi Terakhir sudah selesai dirilis di blog ini. Bagi ku ini adalah cita-cita yang sudah lama sekali ingin di wujudkan dari sekian banyak mimpi yang ku tulis di jurnal. Alhamdulillah, check list karya kali ini bisa di centang juga. Check !

Advertisements

Puisi 9 : Puisi Terakhir

"Tidak seharusnya aku berlarut-larut meratapi nya. Cinta seharusnya justru membuat menjadi lebih baik dengan mengambil sudut pandang yang benar. Aku tidak merasa paling benar, mungkin saja masih salah. Tapi, ketika hal itu membuat aku lebih baik dan menghargai apa yang aku punyai saat ini, seperti orang tua ku, keluarga ku, pekerjaanku, kamu. Aku rasa, aku sudah berada di jalur yang benar. Bahwa cinta itu ada di mana-mana."

Puisi 8 : Cinta ada dimana-mana

Kali ini Faris merasakan cinta yang ada dimana-mana, kau hanya perlu menghargai tiap momen sekecil apa pun di sekitar mu. Ada sesuatu yang kosong dalam hati nya telah terisi dengan cinta-cinta ini. Dia teringat Jenny. Ada keinginan untuk memberi kabar atau sekedar mengucapkan terima kasih atas semua saran-saran nya.

Puisi 6 : Merindu Terang

“Aku hanya mengikuti kata hati ini ? bukan kah rasa ini yang nama nya Cinta ? Aku mencintai nya... terlebih ketika dia meninggalkan ku ? Apakah salah aku masih mengharapkan nya ?”

Puisi 5 : Sesak Dalam Gelap

Pikiran nya memberi ide untuk segera menceritakan apa yang tengah dia rasakan kepada orang lain. Sekedar membagi kesedihan agar cepat berkurang dan lama kelamaan bisa hilang segera. Sesak ini makin menjadi hingga membuat Faris seolah tidak bisa bernafas. Rasa ini terlalu sakit untuk di simpan di hati saja.

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑