3 Tuntutan

<!–[if !mso]>st1\:*{behavior:url(#ieooui) } <![endif]–> Ada beberapa hal yang membuat hati ini tidak karuan dan pikiran mulai meracau menjadi sesuatu yang jengah untuk melakukan apapun. Hal itu hanya mengerucut pada satu kata, yaitu “tuntutan”.

Tuntutan inilah yang sedikit banyak mempengaruhi di waktu liburku ini. Tuntunan ini pun bisa dibagi-bagi lagi, yaitu tuntutan diri, tuntutan lingkungan dan tuntutan hidup. Ahh, di saat seperti ini kadang saya berfikir kenapa harus ada berbagai tuntutan macam begini, dan seperti banyak khalayak yang saya tanya akan hal ini, mereka akan menjawab, “ya… semua tuntutan itu adalah kamu sendiri yang membuatnya”

Inilah yang membuat saya tidak bisa menyalahkan berbagai tuntutan ini, benar, karena saya sendiri yang membuatnya.

Tuntutan diri, saya adalah makhluk yang di ciptakan Tuhan dengan segala kelebihan dan kekurangan. Saya percaya potensi itu benar-benar nyata dan mungkin bisa di luar batas perkiraan kita. Nah, akhirnya saya membuat banyak keinginan, banyak harapan, banyak target yang memungkinkan saya untuk mengoptimalkan potensi itu. Tapi apa jadinya bila semua keinginan, harapan, dan target termakan oleh waktu yang kadang sangat kejam menerkam apa pun yang ada di depannya hingga menjadi hal yang usang yaitu masa lalu. Dan ketika hal usang itu teringat, kembali lagi, diri ini yaitu saya sendiri menuntut balik.

Tuntutan lingkungan, tidak memungkiri bila lingkungan sekitar kita ini berpengaruh pada diri saya atau mungkin kita. Bayangkan jika kita ingin sesuatu, maka ada beberapa hal dari lingkungan ini yang harus terpenuhi dahulu. Seperti ini misalnya, berapa banyak orang yang berkomentar tentang berat badan saya, mereka bilang saya obesitas dan menyuruh saya agar rutin olahraga, fitnes atau apa pun namanya. Yang jelas orang-orang di sekitar saya ini menuntut saya harus menjadi apa yang sesuai standar mereka. Nah, saya sendiri tetap berolahraga meski tidak rutin dan memang perut saya masih buncit. Tuntutan ini terus menerus mendera.

Tuntutan hidup, karena sudah pasang target dengan melihat kanan dan kiri tentang hidup bagaimana sih yang sesuai atau melebihi standar membuat saya sendiri merasa tidak bersyukur atas apa yang saya miliki. Beberapa yang saya lihat dalam hidup sesuai standar adalah, punya rumah, punya mobil, istri cantik, dan pekerjaan yang bergaji banyak. Seolah memaksa saya untuk selalu melihat materi saja. Hal ini menembak saya bertubi-tubi hingga telak malam tadi.

Saya masih berusaha memutar otak ini untuk mengubah paradigma yang memenuhi pikiran ini semalam suntuk. Bahwa saya tidak harus terfokus dengan tuntutan atau masalah-masalah itu melainkan fokus saya seharusnya adalah solusi untuk mengatasi masalah itu. Ahh, susah juga mengubah paradigma ini. Tapi bukan tidak mungkin untuk bisa melakukannya. Saya hanya butuh waktu, iya waktu lagi untuk proses disk cleanup ini, meski harus merenggut waktu yang ada sekarang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: