Pantai Tanjung Papuma

Pantai Tanjung Papuma.  Sudah dua kali saya mengunjungi pantai ini yang membuktikan bahwa pantai ini layak untuk dikunjungi… bentar yah… emang siapa saya berani-beraninya melayakkan pantai ini untuk dikunjungi ? hehehe… masalahnya, dengan keindahan seperti yang pernah saya lihat sayang kalau maha karya ini tidak untuk dikagumi dan yang lebih penting disyukuri… dan untuk kesekian kalinya saya merasa sangat kecil sewaktu di pantai ini, saya ingat untuk pertama kalinya ketika saya mengunjungi Gunung Bromo – pagi buta menatap bintang di langit seolah dekat sekali dan bisa di raih tangan… sungguh mempesona… dan saya… kecil sekali…
Dan akhirnya pengalaman ini, saya tulis sebagai dokumentasi saya sendiri… tapi kalau ada yang mau lihat ya monggo… itung-itung mempromosikan pantai di Indonesia… The Jewel of Asia…. !

Ok. Kembali ke Papuma beach… lokasinya berada ndak jauh dari Jember, secara kasar bisa seperti ini rutenya, tapi bisa lewat jalan lain kok… ingat ! banyak jalan menuju PAPUMA… 

Petualangan pertama saya kesana dengan naik bus, langsung aja ke arah banyuwangi, dulu saya oper bus sewaktu di terminal Probolinggo terus menuju Jember.  Masuk menuju pantainya itu yang agak jauh, emang lebih enak bawa kendaraan sendiri, tapi karena anak-anak cabe rawit aja bisa bilang, “live is an adventure” jadi saya memilih menutup mata dan nekat nekat naik ojek sejauh sekitar 10 km (atau mungkin lebih yah…)dan bayar Rp 30.000,- (sepertinya ini bukan petualangan, ya Cuma karena ndak punya duit lebih buat nyewa mobil aja atau ndak bisa nyetir mobil hehehhe… )
Rumah teman saya di perkampungan dekat pantai tepatnya di daerah Ambulu, jadi bisa sekalian mampir dan istirahat sejenak.  Pagi setelah Subuh, kami berangkat memburu Sunrise. Dengan naik motor menyusuri persawahan yang aduhai… seger banget dan sangat hijau…!
Kami melewati “watu ulo” dan segera menuju Papuma, karena masih pagi buta, yang jaga tiket juga paling masih tidur jadi tancap gas saja… langsung masuk… ! hehehe….
Tiba di pantai saya dan teman di kejutkan beberapa orang yang sedang syuting video klip di tepian pantai, kami lihat secara seksama… eh anak-anak pesantren yang lagi kosidahan… warna-warni jubah dan berkibaran selendangnya menambah takjub kami para bujang saat itu… setelah beberapa saat, teman sebelah saya nyeletuk… “eh bang, jangan lama-lama liatnya… tuh liat yang duduk di kursi…?!” ada sesosok pria tambun berjubah putih pakai peci sama rokok yang ngebul-ngebul lagi memperhatikan kami, “busyet, itu pak kyai-nya yah…?!” teman saya mengangguk.
Hehehe… meski mungkin ndak di restui pak Kyai karena mungkin tampak jelas banyak dosa di wajah kami.. hehehe.. paling ndak bisa dapet foto dengan background artis pesantren… itu sudah cukup…seperti ini :

Ok. Kembali ke Papuma beach (mhmmm… sudah dua kali saya nulis ini ya ?) yang jelas kalau ke tempat ini lebih enak pas surut, jadi kelihatan jelas hasil karya Tuhan seperti ini :


Yup, benar kawan ! bebatuan ini sungguh indah kalau di perhatikan… sangat menakjubkan kalau saya boleh bilang…  tapi belum termasuk yang ini lho…


yang ini lho.. nah… yang kecil-kecil berdua itu teman-teman saya, jadi bayangin aja besarnya whahahahha…. dan disini saya benar-benar merasa kecil kawan… oh nambah lagi ahhh….

nambah lagi ahhh… Kalau yang ini agak jalan dikit, naik dikit terus bakal bisa lihat pemandangan seperti ini… Tapi dari sekian banyak foto saat kami mengunjungi pantai Tanjung Papuma, inilah yang saya anggap paling bagus…


Saya memotretnya dengan kamera digital dengan mengatur tanpa blitz, berkapasitas 10.8 mega pixel yang di setting ulang menjadi 3 mega pixel saja agar tidak terlalu banyak menghabiskan memori tapi masih cukup layak saat di cetak nantinya.

Foto dengan latar pantai Papuma itu cukup elok dengan pemandangan langit biru yang cerah dan di antara alami bebatuannya.  Pasir pantai yang sebagian di hiasi dengan cahaya matahari itu menghasilkan perpaduan yang apik. Teman-teman saya menghadap ke laut dan membelakangi kamera seolah tidak peduli dengan pemotretan atau lainnya, yang ada hanya mengagumi keindahan hasil karya yang Maha Indah ini… 

Yup, inilah sebagian kisah manis yang ingin saya bagi di sini… semoga bisa nambah wawasan kita dikit-dikit dan siapa tahu juga yang baca ini bisa memberi tahu kisah manis-nya juga…. ben saling nambah wawasan…

Pantai ini Indah dan layak untuk dikembangkan…. Oh iya, ini maaf-maaf neh… manusia-manusia yang ada dalam foto-foto ini tampak dari belakang semua… karena saya belum izin buat ta taruh di sini… kalau udah dapat izin makin banyak foto asyik buat di pajang deh…

Salam,
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: