Jika – Maka – – – Apabila ->

Ahh… kenapa baru inget yah… ?

kenapa baru terpikirkan… ?
apakah percikan-percikan listrik di otakku untuk mengingat hal yang penting ini mulai melemah ?
mungkin temanku ini yg juga mulai “haak hook” mengikuti-ku ?

Ia… teman saya ini tiba-tiba mengingatkan penjelasan dengan bahasa yang nyerempet dengan ke-ilmiah-an, yang juga dapat segera saya cerna karena memang meskipun sedikit… saya ini jenius…

Penjelasannya seperti ini :
“Eh sori ya pren, ada yang kelupaan, gini cowo itu sebagaian besar cenderung memakai otak kiri-nya dalam bertindak atau mengambil keputusan… di pikirannya cuma ada istilah Jika – Maka artinya jika ada sesuatu hal maka gini aja solusinya… arti lainnya lebih simpel bro…” katanya sambil menghela nafasnya.

“Nah, beda lagi dengan cewe bro… ia cenderung imbang antara otak kanan dan kirinya… yang akhirnya buat mereka lebih banyak mempertimbangkan beberapa kali sesuatu hal atau sebelum memutuskan suatu perkara istilahnya Jika – Maka terus ditambah Apabila – apabila – apabila… ” imbuhnya, dan selesai ketika menginjak polisi tidur yang hanya bisa diam saja tidak melakukan apa-apa meski di injak temanku yg bobotnya aja uda 98 kg ini.

Intinya.. ketika seorang cowo berhadapan dengan cewe dalam tingkatan ngobrol serius, maka sebaiknya si cowo mencoba berpikir dengan gaya cewe berpikir, artinya si cowo harus lebih pengertian dan bijak dalam menanggapi isi dari apa yg di katakan si cewe.
Karena pada dasarnya si cewe ingin di dengarkan… lihat kan.. ? ingin di dengarkan…

Kadang si cowo langsung bilang, “ndak…! aku ndak setuju kalo kayak gitu…” (Jika – maka – lebih simpel dalam ngambil keputusan – tapi ndak cocok dengan pemikiran cewe)

Mungkin bakal lebih masuk di logika si cewe kalau si cowo bilang, “wah.. bagus juga tuh, kalau kita yakin pasti ada jalan…” (belum mengiyakan atau menolak, tapi minimal pendapat si cewe sudah di dengarkan dan ditanggapi)

Ok. ini bukan trik ngeles atau silat lidah, tapi hanya menjembatani dua pemikiran berbeda yang ada di sekitar kita. Its like earth between mars and venus.

Bukannya menghindari adanya pertikaian tapi mengendalikan resiko terjadinya pertikaian. cara kita ngomong atau menanggapi sesuatu bisa jadi suatu cara untuk mengatur komunikasi yang lebih baik kan.

Dan akhirnya tetep saja haak hookk temen saya itu… udah terlambat untuk menyesuaikan cara ngobrol dengan pemikiran cewe.. udah terlanjur pake otak kiri neh…

yah… minimal jadi pembelajaran lah buat saya sendiri… karena kita tau kan… masalah terbesar di muka bumi ini adalah miskomunikasi alias salah komunikasi..

ada perang… emang ndak ada komunikasi lagi di dua kubu… isinya sirik-sirikan melulu…
adanya cerai… ya sebelumnya pasti pisah ranjang… lah kapan bisa komunikasi…
ada tawuran… belum ngomong… uda ada yg bilang, “ngapain lo liat-liat ? nangtang lo ?”
adanya korupsi… baru dateng, belum komunikasi… sang pejabat langsung bilang, “wani pirooo?”
adanya banjir… busyet !! uda di bilangin sampe ditulis dilarang buang sampah sembarangan malah dibuang ke sungai… bukan cara yg baik berkomunikasi dengan alam bro and sist…

So, come on to learn more a good communication…!
Advertisements

2 thoughts on “Jika – Maka – – – Apabila ->

Add yours

  1. Sepertinya tetep harus ada “Earth” ditengahnya hun..
    itu yg membuat keindahan di alam semesta ini..

    tulisan ini minimal bisa ingetin diri ndiri.. someday..
    kasih-nya saya terima lho… hehehe…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: