Jadi Bapak

Alhamdulillah saya adalah anak bungsu dari seorang laki-laki yang selalu saya hormati sampai sekarang meskipun beliau sudah tiada… iya… beliau adalah Bapak saya…

Almarhum Bapak saya mematahkan tiap paradigma bahwa seorang kepala keluarga tugasnya hanya mencari nafkah buat keluarga sedangkan istrinya adalah mengurus semua yang ada dirumah… selayaknya pembagian job desc kayak di kantor.. hehe… bukan.. bukan itu yang saya pelajari dari beliau…

Beliau adalah seorang wiraswasta tangguh yang membangun dari nol usaha percetakannya di rumah. Kala itu percetakan masih sangat manual dimana tiap-tiap huruf ada mal-nya yg terbuat dari besi kecil-kecil dan panjang. bila ada pesanan, beliau menata tiap-tiap huruf tersebut sambil pake kacamata yang tebal… hehehe… dan itu masih proses awal… masih panjang proses dalam mencetak hingga jadi pesanannya… 
Saya masih terlalu kecil untuk membantu beliau saat itu…

Namun, ketika selesai dengan kesibukannya… Bapak juga melakoni pekerjaan rumah tangga semisal mencuci baju, mencuci piring, sampai setrika ketika ibu sedang memasak di dapur… 

Saat itu saya melihat itu juga merasa sangat wajar…
Namun beda ketika saya melihat bapak-bapak yang lain di sekitar saya.. jarang sekali yg berbagi seperti itu…

Apa yang saya pernah lihat dan rasakan ketika masih kecil sampai Bapak tiada telah sedikit banyak juga membentuk karakter saya saat ini…
Saya masih suka bersih-bersih… mencuci baju… sampai mencuci piring… hehehee….
Sekarang saya telah menjadi Bapak dari putri yang lucu yaitu Kanya… Alhamdulillah…

Kadang saya kangen sekali kepada almarhum Bapak… kalau saja beliau disini, saya bakal bilang, “pak… aku wes dadi bapak saiki…hehe..!”
Meskipun belakangan harus tau bahwa tanggung jawabnya ternyata gueedheee banget…hehehe….

Lelaki bagi saya adalah seorang pria yang bersedia berbagi… entah itu suka maupun duka… Almarhum Bapak telah mengajarkan satu hal yang istimewa bagi saya… bahwa rumah tangga itu adalah tempat berbagi… 
berbagi tugas yang saling melengkapi…
berbagi peran yang mana antagonis yang mana protagonis dlm kondisi tertentu…
berbagi rasa dalam tawa maupun tangis…

Saya… Alhamdulillah… telah menjadi seorang… Bapak…



Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: