Perjalanan panjang kenaikan harga bbm

Baaah…! Harga BBM naik…!
Bangun tidur udah di kejutkan dengan berita di tv tentang kenaikan harga bbm, langsung pusing ini kepala… ndak masuk kerja dah…! Hahaha…
Aslinya sih badan emang rada ndak enak, lemeeeess terus bawaannya… nah.. ketambahan berita ini…
Buka facebook, twitter, instagram… headline-nya masih saja sama… kenaikan bbm…!!!
Pro dan kontra ber-sliweran di tiap timeline social media yang saya baca. Tidak hanya dukungan tanda setuju, keluhan, protes, umpatan bahkan makian kepada pemerintah jadi hal yang biasa hari itu. Banyak media me-review kebijakan pemerintah kali ini, bahkan “pengamat ekonomi dadakan” juga bermunculan untuk memberikan “sumbangsih-nya” pada Negara…*kalau itu sepertinya teman-teman saya di facebook sih… hehehe*

Terlepas setuju atau tidak setuju mengenai kebijakan ini toh sudah ketok palu, artinya sudah di putuskan dan tinggal “kebijakan” kita yang bisa menyikapinya. Seperti yang saya tulis di status facebook kala itu :

Ditengah hiruk pikuknya masa-masa ini, saya malah pengen ngerti banget sejarahnya kenaikan harga bbm ini. Searching lah saya via google, dan akhirnya dapat juga informasinya yang saya dapat dari berbagai sumber, antara lain sebagai berikut :
Periode Presiden Soeharto
  • 8 Januari 1993. Harga premium naik dari Rp 550 menjadi Rp 700 per liter.
  • 5 Mei 1998. Premium naik dari  Rp 700 menjadi Rp 1.200 per liter. Solar dari Rp 380 menjadi Rp 600
  • Minyak tanah: Rp 280 menjadi Rp 350

Periode Presiden Abdurrahman Wahid
  • 1 Oktober 2000. Premium naik dari Rp 1.000 menjadi Rp 1.150. Solar dari Rp 550 menjadi Rp 600. Minyak tanah dari Rp 280 menjadi Rp 350
  • 16 Juni 2001. Premium dari Rp 1.150 menjadi Rp 1.450. Solar dari Rp 600 menjadi Rp 900. Minyak tanah dari Rp 350 menjadi Rp 400

Periode Presiden Megawati
  • 1 Maret 2002. Premium dari Rp 1.450 menjadi Rp 1.550. Solar dari Rp 900 menjadi Rp 1.150. Minyak tanah : Rp 400
  • 1 April 2002. Premium : Rp 1.550 menjadi Rp 1.600. Solar : Rp 1.150 menjadi Rp 1.240. Minyak tanah : Rp 1.270 menjadi Rp 1.310
  • 3 Mei 2002. Premium : Rp 1.600 menjadi Rp 1.750. Solar : Rp 1.240 menjadi Rp 1.390. Minyak tanah : Rp 1.310 menjadi Rp 1.410
  • 1 Januari 2003. Premium : Rp 1.750 menjadi Rp 1.810. Solar : Rp 1.390 menjadi Rp 1.890. Minyak tanah : Rp 1.410

Periode Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
  • 1 Maret 2005. Premium : Rp 1.810 menjadi Rp 2.400. Solar : Rp 1.890 menjadi Rp 2.100. Minyak tanah : Rp 700
  • 1 Oktober 2005. Premium : Rp 2.400 menjadi Rp 4.500. Solar : Rp 2.100 menjadi Rp 4.300. Minyak tanah : Rp 700 menjadi Rp 2.000
  • 23 Mei 2008. Premium : Rp 4.500 menjadi Rp 6.000.Solar : Rp 4.300 menjadi Rp 5.500. Minyak tanah : Rp 2.000 menjadi Rp 2.500
  • 21 Juli 2013. Premium : Rp 6.000 menjadi Rp 6.500

Periode Presiden Joko Widodo
  • 18 November 2014. Premium : Rp 6.500 menjadi Rp 8.500. Solar : Rp 5.500 menjadi Rp 7.500
Hampir semua yang pernah menjabat presiden di negri ini pernah punya pengalaman untuk menaikkan harga bbm. Mungkin juga bbm ini memang harus dinaikkan harganya, hanya sekarang tinggal masalah waktu saja. Dari sini, minimal saya sudah mengerti perjalanan panjang kenaikan harga bbm ini, bahkan berdasar dari data esdm, ada banyak kenaikan harga bbm yang belum tercatat atau sempat di dokumentasikan. Semoga info ini bermanfaat.


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: