Waktunya Menulis !

Menunggu waktu yang tepat untuk memulai menulis adalah sebuah kesalahan besar. Seperti yang saya lakukan tiga minggu terakhir untuk tidak menulis di blog hanya karena saya tidak menemukan waktu yang tepat dan suasana yang sempurna untuk menulis. Hasilnya adalah saya tidak mendapat apa-apa, semua masih sebatas ide yang belum di realisasikan, masih tetap di otak dan belum muncul di blog dan bisa di baca orang lain. Hal itu sama saja dengan menunda-nunda pekerjaan. Padahal menjadi penulis adalah salah satu tujuan dan impian saya, kenapa saya tidak memperjuangkannya.

Itulah teriakan dalam hati yang sampai menjalar ke otak lalu meluncur ke sisi logika. Hingga kemudian saya tersadar bahwa bila seperti ini terus saya tidak akan bisa produktif. Saya mencari cara mengatasinya, di artikel ini adalah cara-cara saya dalam mengatasi kemalasan dalam menulis. Saya rasa, banyak juga di luar sana calon penulis bahkan penulis sekalipun yang merasakan hal serupa dengan saya. Cara saya mengatasi hal itu mungkin bisa menjadi salah satu referensi.
1. Tetapkan tekad untuk tujuan
Sebuah tujuan itu perlu untuk selalu mengingatkan dan memotivasi diri sendiri dalam meraih nya. Ingatlah kembali tujuan itu atau se gudang resiko lainnya bila tujuan itu tidak tercapai sebagai salah satu ancaman nya. Seringkali saya memejamkan mata sejenak, mengingat kembali tujuan semula dan impian lain yang ingin di capai. Pada saat itu seolah ada energi tambahan yang menggerakkan saya untuk membuka mata, duduk, mencari gadget dan mulai menulis.

“Membulatkan tekad untuk meraih tujuan yang telah di tetapkan adalah prioritas utama.”

2. Maksimalkan waktu senggang
Beberapa kelemahan kita kadang kurang maksimal memanfaatkan waktu luang. Seringkali lebih memilih untuk memeriksa notifikasi, melihat televisi, atau bahkan tidur walaupun tidak mengantuk. Percaya sama saya, yang di sebutkan itu adalah yang sering saya lakukan dalam mengisi waktu luang. Tapi, saya berusaha untuk mencari solusinya karena kembali ke poin pertama – tentang sebuah tujuan. Caranya, gunakan waktu itu sebaik-baiknya untuk melakukan hal-hal yang berkaitan dengan tujuan yang telah dibuat. Semisal saya yang ingin jadi penulis terkenal, mengisi waktu luang dengan banyak membaca, menulis ide cerita, hingga mencoba cara-cara baru di blog yang sebelumnya tidak mengetahuinya. Saya mulai menulis artikel ini di waktu senggang saya, ketika sore yang hujan dan tidak jauh dari bapak mertua saya yang sedang melihat acara berita di televisi.
3. Gunakan media apapun untuk terus produktif
Pada awalnya saya berfikir bahwa untuk mendukung aktivitas, saya harus menggunakan laptop. Tapi, mungkin akan lebih produktif lagi kalau memakai tablet 10 inch. Lalu saya sadar bahwa itu semua tidak akan berhenti, disamping harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli item tersebut, akan selalu ada yang lebih bagus untuk ingin di miliki sedangkan karya tidak kunjung tercipta. Saya ingat dulu ketika saya berhasil membuat karya lagu ciptaan sendiri dalam banyak keterbatasan seperti merekam satu persatu dalam sebuah kaset pita. Sekarang saya berfikir, media yang ada saat ini harusnya untuk mempermudah pekerjaan dan bukan justru menghalang-halangi kita dalam membuat karya. Media yang paling sering saya pakai adalah telepon selular (ponsel), yang menjadi salah satu andalan saya dalam menulis artikel. Aplikasi dan kemudahan dalam menggunakannya di setiap waktu membuat saya memilih nya. Artikel ini pun dibuat menggunakan ponsel dengan cara bertahap, yaitu bila ada waktu senggang langsung menulis, berhenti sejenak ketika di ajak main si kecil, lalu mulai menulis kembali di saat si kecil tengah terlelap. Selama sebuah artikel yang akan di buat memiliki tema dan tahu apa yang akan di sampaikan, harusnya tidak menjadi masalah bila penulisannya dilakukan secara bertahap.
4. Temukan rekan yang saling memotivasi
Dalam perjalanan panjang ke tujuan pasti bakal banyak liku-liku nya, oleh sebab itu sangat di perlukan adanya rekan yang selalu memotivasi agar cadangan tenaga dalam diri bisa selalu di isi ulang dengan baik. Rekan tersebut bisa istri atau suami, anak, orang tua, atau kawan karib. Dengan menceritakan segala hal tentang impian dan tujuan kita, maka akan mempermudah rekan kita itu  ikut mendoakan dan tahu kapan harus memotivasi lagi ketika melihat kita mulai membutuhkannya. Istri saya selalu menjadi rekan yang selalu memotivasi meskipun tidak semua saya ceritakan karena tidak ingin membebani pikirannya. Kawan karib saya juga ada yang mempunyai tujuan hampir mirip sehingga kami bisa saling bertukar pikiran dan terus saling menyemangati. Hal itu yang membuat perjalanan ini terasa menyenangkan meskipun penuh tantangan.
5. Selalu dahulukan Tuhan dalam setiap langkah.
Semua hal diatas memungkinkan untuk bisa di lakukan dan berjalan dengan lancar, tapi apakah itu semua berguna nantinya di akherat?
Mendahulukan Tuhan di awal ketika membuat tujuan dan selama proses berjalan dalam meraihnya akan membuat kita selalu mawas diri terhadap godaan hidup yang sering sekali dijumpai, karena kadang justru godaan terbesar adalah ketika kita sudah sukses. Selalu mengingat Tuhan menjaga kita agar selalu berpijak pada tanah, tapi tidak pernah takut untuk melangkah. Hal inilah yang paling dasar dari semua cara-cara di atas.
Kelima hal di atas yang coba saya praktekkan secara konsisten dalam meraih impian dan tujuan ketika saya mulai merasa malas dalam menulis.

“Tidak ada waktu yang benar-benar sempurna dalam memulai sebuah tulisan kecuali harus segera di tulis.”

Semoga bermanfaat.
5d0cd-menulis
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: