Waktu untuk Kanya [#10]

“Aanya tak mau cekolah…”, rengek Kanya. Saya coba beri pengertian, “Siapa bilang sekolah, ini kan Kanya bermain, hanya saja tempatnya di sekolah…”

“tak mau mainan di cekolah..”, rengek Kanya lagi dengan suara yang lirih. “Lah, mau nya mainan dimana..?”, tanya saya.

“Main di rumah aja…”, jawab Kanya. Sambil tersenyum, saya tanya lagi, “Mainnya sama siapa di rumah ?”

“sama Didhaaa…”, Kanya menjawab seketika itu juga.

Obrolan itu terjadi saat perjalanan naik motor istimewa mengantar Kanya ke sekolahnya yang biasa kami lakukan tiap pagi sebelum saya berangkat ke tempat kerja. “Didha” itu adalah panggilan kesayangan Kanya terhadap Bundanya. Artinya apa ? tidak ada yang tahu pasti akan hal itu.

Sempat beberapa saat berpikir, saya harus menjelaskan kepada Kanya, saya yakin dia adalah anak yang cerdas dan mampu untuk bisa mengerti, saya hanya menjawab :

“Kan tiap main itu ada waktunya Kanya. Kalau pagi di sekolah, sore sampai malam mainnya sama Bapak dan sama Didha…”

Lalu Kanya hanya tertawa kecil mendengar jawaban saya. Entah apa itu maksudnya. Apakah mengerti ataukah justru meledek orang tua nya ini yang memiliki banyak keterbatasan. Sampailah Kanya di sekolahnya. Pamit. Saya meninggalkannya dengan banyak pikiran berlalu lalang di otak saya.

Sempat saya ceritakan hal ini kepada istri ketika sudah di kantor. Kami mempunyai pemikiran yang sama. Anak sekecil itu. Kami sepakat untuk memberikan waktu kami untuk Kanya ketika di rumah, jangan tidur sebelum Kanya tidur, mulai belajar Montessori di rumah. Selama di kantor masih saja terbesit pikiran ini.

Sepulang dari Kantor, Kanya terlihat agak tidak mood. Disamping karena perut nya sakit lagi tidak bisa buang air besar yang feses nya agak keras, juga karena Bundanya yang sensitif emosi nya bila di goda, mungkin karena mulai tidak enak badan.

Sehabis berbuka pun, masih saja Kanya terdiam. Tidak biasanya dia seperti ini. Saya malah bingung sendiri. Lalu saya timbul ide. Saya cari tali rafia dan gunting. Saya siapkan selimut dan kasur. Saya coba tali temali hingga jadilah suatu tenda di kasur darurat.

Saya panggil Kanya yang fokus melihat youtube sama Bundanya. Dia terkejut melihat tenda itu lalu tersenyum pada saya. Langsung dia masuk ke tenda.

6ac2c670-e861-496a-b593-a1682ca4919f

Ah, rasanya lega membuat dia tersenyum.

Sekarang giliran Bundanya yang mulai lemas dari tadi. Saya kuatir dia sakit. Bingung saya kalau dia sakit. Manja nya minta ampun. Saya pijat, suruh makan, suruh minum obat, dan saya suruh istirahat lebih dulu. Biar saya saja yang menjaga Kanya. Saya temani dia di bawah tenda darurat.

Kanya mulai merasa sakit perutnya. Ia mulai mengejan. Wajahnya aneh. Saya sendiri bingung mau kuatir atau malah tertawa melihat tingkahnya. Tapi sepertinya sakit sekali. Saya coba untuk mengajak nya ke toilet tapi dia tidak mau lalu balik mengejan lagi. Saya coba menenangkan, sampai akhirnya dia tertidur di lantai.

Saya biarkan sejenak. Saya ambil perlak, kresek kecil, tisu basah dan popok yang baru. Saya pindahkan Kanya dari lantai ke kasur darurat di atas perlak. Saya cek ternyata belum ada pub nya, hanya bercak-bercak pub yang lumayan bau juga. Kasihan Kanya. Saya coba bersihkan sama seperti mengganti popok nya ketika dia masih bayi. Saya masih ingat caranya ternyata. Dia mulai tertidur lebih tenang. Dan saya mulai merebahkan badan. Tidur.

Kanya terbangun lagi sekitar jam 11 malam. Mulai mengejan lagi. Kali ini lebih keras perjuangan Kanya dan lebih lama. Saya jadi benar-benar kuatir saat ini. Bundanya tiba-tiba bangun dan ikut menenangkan Kanya. Setelah beberapa saat di cek oleh Istri saya, ternyata pub nya sudah keluar, tapi Kanya tidak menyadarinya.

Bunda membawanya ke kamar mandi untuk membersihkan Kanya. Saya bantu mengganti celana nya sambil melihat wajahnya. Senyum merekah nya Kanya telah kembali. Ia tertawa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: