Istri Sakit, Tetap Semangat [#11]

Saya langsung terbelalak, lompat dari tempat tidur, menghampiri suara tangisan itu. Ternyata itu suara tangisan Kanya. Sekilas saya melihat jam di dinding menunjukkan pukul 2 dini hari, dan Kanya belum tidur. Saya tanya Bunda yang ada di sebelah nya kalau Kanya tidak mau tidur, main ponsel terus. Baiklah. Mungkin ini karena Kanya terbangun di tengah malam, jadi tidak bisa tidur lagi. Saya coba menenangkan. Semoga bisa lekas tidur.

Saya angkat dan coba gendong supaya tenang karena saya tahu sebenarnya dia sudah sangat mengantuk tapi belum mau tidur. Saya singkirkan ponsel dan mulai saya tidurkan di kasur. Beberapa saat kemudian dia tertidur.

IMG_20160616_150345

Istri tampak lemas, sepertinya jadi sakit dan akhirnya di putuskan untuk tidak masuk kerja dulu. Istri juga tidak mau ke dokter dulu, ingin istirahat saja. Menjadi pikiran adalah Kanya, bagaimana dengan anak ini, apakah tetap sekolah atau di rumah saja dengan Bundanya dengan kondisi seperti itu.

Sudah sampai jam 7 pagi saya lihat Kanya belum bangun dari tidurnya dan dengan kondisi basah semua karena ngompol. Istri bilang biar Kanya dirumah saja. Saya tidak tega sama kondisi Istri seperti itu, hingga membuat saya memutuskan untuk izin kerja setengah hari saja, nanti siang bisa pulang kerja dan menjaga Kanya, dan Istri biar istirahat. Lagi pula kalau pagi, saya tidak terlalu kuatir karena masih ada ibu penjaga dan anaknya yang bisa menemani sampai siang hari. Saya lalu memberi kabar adik ipar kalau Kanya tidak di jemput sore nanti karena tidak masuk menemani Bundanya yang sedang sakit dan tidak masuk kerja.

Ketika siang, sesampainya saya di rumah, Kanya sedang bermain dan Bundanya sedang nonton running man. Trenyuh juga melihat istri yang biasanya membuat rumah bergoyang ketika berjalan jadi terlihat lemas dan sayu seperti itu. Sejenak Istri bilang kalau nanti sore ingin di antarkan ke toko baju yang ada tidak jauh dari rumah untuk beli kado buat temannya Kanya yang besok ulang tahun. Saya sebenarnya agak keberatan dengan kondisi dia seperti itu, tapi dia memaksa karena sudah janji sama Kanya.

Sore, sebelum berangkat ke toko baju, ada telepon dari adik ipar yang rencananya mau datang ke rumah dengan papa yang tadi pagi datang dari Yogyakarta untuk silahturahim sekalian menjenguk istri dan berbuka puasa di rumah.

Ketika di toko baju, istri langsung mencari yang dia butuhkan dan saya seperti biasa menemani Kanya untuk bermain di playground nya. Tidak lama kami berada di toko, tidak sampai satu jam. Dan seperti dugaan saya, tidak hanya kado yang di dapat tapi juga baju buat Kanya dan buat saya.

Pulang dari belanja baju, sudah ada yang menunggu di depan pagar. Adik Ipar dan mertua saya. Ternyata sambil membawa ikan lele goreng dan lengkap dengan sambal nya untuk berbuka bersama di rumah. Kami senang. Alhamdulillah. Ditambah lagi istri dan adik-adik ipar berkolaborasi untuk memesan antar makanan cepat saji.

Agak malam datang Ibu saya menjenguk bersama kakak ipar dan ponakan yang langsung bermain bersama Kanya. Ternyata membawa banyak makanan yang bisa buat sahur untuk besok pagi. Alhamdulillah. Kami sangat berterima kasih sudah di jenguk dan di doakan.

Ketika saudara-saudara sudah pulang, istri saya persilahkan untuk langsung istirahat saja dan biar saya yang membersihkan rumah. Saya melihat istri agak sedikit terhibur seperti itu saja, saya sudah senang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: