Istriku, Maafkan Saya ?! [#13]

Kali ini saya sepertinya menyakiti fisik maupun batin Bundanya Kanya. Entah kenapa bisa sampai seperti itu. Seolah tidak bisa menahan amarah ini dan terluap begitu saja dengan sekejap mata. Hanya karena sesuatu hal yang seharusnya bisa di bicarakan, sekarang malah berbuntut penyesalan. Istigfar terus saya ucapkan perlahan sembari mengutuk kebodohan yang telah saya perbuat.

Istri terlihat mulai lebih enak badannya, terbukti dari keinginannya untuk berpuasa lagi. Saya juga senang sekaligus sedikit kuatir. Artinya kebiasaan yang awalnya rutin seperti sholat berjamaah kalau pas di rumah bisa di lanjut lagi, tapi yang buat kuatir kalau ternyata masih belum fit benar tapi di paksakan berpuasa. InsyaAllah lancar, pikir saya.

Namun ketika saya akan sholat subuh di rumah, saya melihat Istri sedang otak atik ponsel nya. Tidak beranjak untuk mengikuti saya untuk berjamaah. Hingga saya lanjutkan membaca Al-Quran sebentar, tetap masih belum beranjak. Malah saya mendengar suara yang familiar. Suara permainan di ponsel. Baiklah, Istri saya sedang bermain ponsel.

Ketika saya akan ganti baju, saya sudah merasa sangat gemes lalu langsung saja saya menarik paksa ponsel Istri saya yang tanpa sadar menekan agak keras pergelangan tangan istri. Seketika itu juga saya sadar telah membuat kesalahan. Istri hanya melihat saya dengan nanar lalu bilang, “Jahat anak ini…”

Saya menyadari kalau itu menyakiti Istri saya secara fisik, dan saya juga sadar Istri saya kecewa karena itu. Betapa pun logika saya mengajak berpikir kalau tindakan saya itu untuk mengajarkan hal yang benar, bahwa suami juga akan menanggung dosa Istri yang lalai dalam ibadahnya. Tetap saja caranya yang salah. Tidak seharusnya saya berlaku yang menurut saya kasar kepada Istri.

Ketika akan pamit berangkat kerja, saya beranikan diri untuk menatap mata Istri saya dan meminta maaf atas kejadian itu. Saya yang salah. Saya tidak ada maksud untuk menyakitinya. Alhamdulillah dia mau memaafkan, meskipun saya tahu dia tidak akan melupakan. Kami bersalaman, dan dia tetap mencium tangan saya, lalu saya memeluknya.

Kanya yang melihat kejadian ini langsung menghampiri kami dengan muka penuh tanda tanya. Meskipun anak itu kadang sedikit menjengkelkan tapi dia sangat sensitif terhadap kami berdua.

Semoga kami dipenuhi dengan hidayah dari Allah SWT, untuk saling menjaga, saling menyayangi dan saling mengasihi.

DSC_4522

Advertisements

2 thoughts on “Istriku, Maafkan Saya ?! [#13]

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: