Kecanggihan Istri [#12]

Tiba-tiba saya merasakan kehangatan yang mengalir pada bagian perut dan mulai menjalar pada hampir sekujur tubuh ini. Pikiran saya mulai tersadar dan mulai merasakan nikmatnya. Saya mulai membuka mata ini, terlihat Kanya sedang tertidur pulas di samping saya selain itu tidak ada apa-apa lagi, tapi kehangatan ini masih terasa. Pikiran ini kembali berputar dalam sekejap saja. Ternyata Kanya ngompol.

Saya langsung duduk dan pindah posisi. Terasa dingin sekarang. Sebagian kaos dan celana saya basah karena ompolnya Kanya. Saya melihat Kanya mau emosi, tapi dia tertidur pulas dan tidak tahu kalau pipis nya memberi “manfaat” kepada Bapaknya.

IMG_20160617_070529

Cukup ganti pakaian saja, karena harus mengantar Istri ke dokter pagi-pagi sekali. Tepat jam 06.05 kami sudah berada antri di teras tempat praktek Dokter dekat rumah. Setelah di periksa, ternyata masih dalam taraf demam biasa dan harus banyak istirahat, setelah dapat obat, dan mengurus administrasi nya termasuk surat dari dokter, kami langsung kembali pulang.

Kanya masih tertidur. Awalnya saya ingin tidak masuk kerja untuk menjaga keluarga kecil saya ini, tapi Istri bersikeras menyuruh agar saya masuk kerja, paling tidak setengah hari saja. Saya menyetujuinya. Saya izin kerja setengah hari untuk kedua kali nya. Menjaga Kanya ketika Bundanya sedang sakit seperti saat ini.

Siang hari, ketika perjalanan pulang saya sempatkan untuk beli makanan untuk istri di rumah yang sudah dua hari ini tidak berpuasa. Tidak terasa waktu cepat sekali. Saya putuskan langsung menuju ke masjid dekat rumah untuk sholat jumat karena takut terlambat.

Di rumah tampak Istri sudah agak baikan, tapi dari wajahnya terlihat masih pucat. Istri mengingatkan untuk mengantar kan kanya ke acara ulang tahun temannya nanti sekitar jam 2 siang. Kanya yang sedang bermain ponsel, sepertinya dia malas untuk datang, dalam hati saya pun jadi senang karena nanti bisa ada di rumah. Tapi ketika Kanya di tanya, ternyata dengan semangat dia langsung bangun dan minta ganti baju. Saya pun tertegun.

Sikap Kanya itu membuat saya terpaksa juga ganti baju. Saya memakai baju yang kemarin sempat di belikan oleh Istri. Tanpa saya sangka, ternyata saya keren juga memakai baju ini. Tampak modis, mahal, nyaman di pakai dan yang paling penting tampak lebih kurus. Apalagi ketika saya tahu harga nya yang relatif murah. Inilah kecanggihan Istri saya dalam memilih.

Tiba-tiba Istri bilang, “Apa aku ikut juga ya ?”

Saya jadi berpikir kenapa dia tiba-tiba ingin ikut dengan kondisi dia yang tidak fit. Mungkin dia takut dan agak cemburu melihat saya keluar dengan tampilan keren seperti ini. Setelah saya bertanya, ternyata Istri ingat kalau susu nya Kanya tinggal sedikit dan perlu beli. Dia mungkin kuatir kalau saya yang beli malah salah, yang seharusnya susu untuk di bawah 3 tahun malah saya beli yang di atas 3 tahun. Sebenarnya itu bukan murni kesalahan saya, tapi desain produknya saja yang mirip sekali, pembeda nya cuma ada tulisan 3+ saja.

Saya baru menyadari kalau Kanya mungkin benar Intovert ketika di acara ulang tahun itu. Kanya tampak pendiam dan kurang aktif. Di saat teman-temannya berjalan bersama berbaris, dia berjalan santai seolah-olah hanya dia sendiri di situ. Baru menoleh dan tersenyum kecil ketika saya panggil. Di saat teman-temannya berebut mengacungkan jari ketika di tanya oleh guru nya, dia hanya terdiam seolah melihat tingkah mereka itu aneh. Hal ini membuat saya jadi berpikir, karena di Indonesia ini, keaktifan anak didik mempunyai penilaian tersendiri.

Bunda membeli susu sendiri meskipun masih terlihat lemas dan pucat. Saya menunggu di mobil dengan Kanya yang tertidur pulas di kursi belakang. Sampai di rumah sudah menjelang magrib. Ketika Kanya mau di pindah dari mobil ke kasur, terasa basah di celananya. Dia ngompol. Istri saya mulai pening membayangkan bau nya sampai noda nya yang pastinya sulit di bersihkan.

Kanya terbangun menjelang isya, lalu kami mandikan air hangat dengan handuk. Perasaan saya tidak enak, dia bakal susah tidurnya. Istri yang masih tidak enak badan saya suruh istirahat saja.

Benar juga prediksi saya, sudah jam 9 malam, Kanya belum tidur. Saya sambi dengan menghidupkan notebook untuk mengerjakan pekerjaan kantor yang sempat saya tinggal setengah hari tadi.

Jam 10 malam, Kanya masih belum tidur. Sesekali menggoda saya ketika bekerja. “haloo bapak…”

Semoga anak ini cepat tidur.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: