Hiruk Pikuk Sebelum Lebaran [#18]

Keadaan kantor mulai heboh. Bukan karena urusan dana pembelian bahan baku yang belum di transfer. Bukan juga karena pengiriman mesin jadi yang minta di tunda. Apalagi mengenai tunjangan hari raya yang belum cair. Bukan itu semua.

Ini mengenai pemilihan, pemesanan, dan pembayaran kue untuk lebaran.

Seminggu sebelum liburan lebaran kami mulai giat mencari kue lebaran di sela-sela pekerjaan kami. Apalagi beberapa teman kami di cabang juga jual kue lebaran, kalau pun tidak menjual tapi bisa titip untuk di belikan kue yang khas di daerahnya untuk di hidangkan saat lebaran tiba nanti.

Saya sendiri yang mulanya tidak berniat untuk pesan, sekarang jadi ikut untuk pesan apalagi cabang di luar kota pun bersedia untuk membelikan pesanan saya. Alhamdulillah. Istri yang tahu kalau di kantor saya bisa melakukan hal itu, jadi tertarik untuk pesan dalam jumlah banyak.

Hiruk pikuk masih berlanjut, tawaran tukar uang baru sampai juga di telinga ini. Langsung saja Istri menyetujuinya dan memberikan nominal di atas sejuta. Padahal jatah untuk kantor ini cuma sedikit. Akhirnya pasrah saja, terserah saya dapat jatah berapa, itu yang saya akan ambil.

Saya tinggalkan sejenak suasana seru di kantor itu untuk menyelesaikan urusan saya sebentar. Urusan jual beli barang bekas di pakai. Teman kerja berminat untuk membeli beberapa barang yang memang saya jual karena tidak terpakai. Daripada rusak termakan oleh umur, maka saya jual saja.

Dengan meminjam pick up kantor, kami ambil barang di rumah saya yang belum di huni itu lalu membawanya ke rumah yang sekarang ini saya tempati untuk mengambil lagi barang yang lain. Proses membawa barang dari lantai satu ke lantai dua itu sungguh penuh tantangan. Apalagi di bulan puasa ini. Terasa sampai tidak ada air liur lagi untuk di telan dan membasahi bibir ini.

Paling tidak saya sudah termasuk mendukung Go Green, barang di rumah yang belum saya tempati sudah berkurang dan bisa bermanfaat untuk teman saya yang sedang membutuhkan dalam rangka mengurangi kerja Istrinya.

Ternyata tidak hanya saya yang pindahan perabotan, Kanya juga sedang menata dan memindahkan beberapa alat masak mainan nya ke depan televisi. Kini dia bisa memasak sambil sejenak menoleh untuk melihat Upin dan Ipin.

IMG_20160623_201736

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: