Silence is … ?

Bagaimana jika, kamu seolah sudah tidak mengenal lagi kawan dekatmu ?

Bagaimana jika, tiba-tiba semua berubah menjadi sesuatu yang tidak kamu sukai selama ini ?

Bagaimana jika, sudah tidak ada lagi kenyamanan yang bisa kau temukan ?

Ha Ha Ha … pertanyaan di atas sempat menghiasi benak ini ketika membaca news feed facebook dari kawan-kawan dekatku sudah tidak sesuai dengan apa yang saya yakini.

Terlepas benar atau salah, saya kira tiap-tiap manusia punya kesempatan yang sama dalam memilih apa yang nyaman menurutnya. Di situlah letak keunggulan suatu manusia dibandingkan dengan makhluk Tuhan yang lainnya.

Kebanyakan teman mem-posting sesuatu mengenai politik, agama, sampai ketidaksukaan mereka kepada tokoh yang di anggapnya menistakan agamanya. Hanya saja, saya tidak terlalu suka caranya dengan membuat status yang menjelek-jelek kan orang lain, atau pihak lain dan cenderung menjatuhkan, sampai berbagi tautan kepada link – link yang belum tentu juga kebenarannya.

Saya berani bilang seperti itu karena, sejauh mana sih ilmu kita, sampai benar-benar tahu antara yang benar dan yang salah ?

Tidak ada orang yang melakukan sesuatu tanpa ada alasan yang melatarbelakangi nya. Sama seperti hal nya tidak ada kebetulan di dunia ini, semua pasti ada alasannya.

Kenapa tidak memilih untuk mencoba mencerna setiap informasi lebih lembut lagi, lebih dalam lagi, makin dalam, agar bisa lebih mengerti dan kemudian memahami.

Tulisan itu sampai berbagai tautan informasi itu sempat mengganggu saya, membuat emosi tidak stabil dan menyadari bahwa sepertinya ini menjurus kepada sesuatu yang tidak baik. Saya memilih untuk tidak mengikuti mereka atau yang biasa di sebut unfollow.

Memilih untuk tidak mengikuti mereka adalah sebuah pilihan. Karena saya hanya ingin sesuatu yang bermanfaat dan positif yang masuk kedalam pikiran ini.

Sampai pada suatu pemikiran, bagaimana jika, apa yang kita anggap itu benar ternyata salah dan apa yang kita anggap salah justru ternyata adalah benar. Mungkin lebih baik adalah diam daripada harus berbicara omong kosong.

silence

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: