Puisi 9 : Puisi Terakhir

"Tidak seharusnya aku berlarut-larut meratapi nya. Cinta seharusnya justru membuat menjadi lebih baik dengan mengambil sudut pandang yang benar. Aku tidak merasa paling benar, mungkin saja masih salah. Tapi, ketika hal itu membuat aku lebih baik dan menghargai apa yang aku punyai saat ini, seperti orang tua ku, keluarga ku, pekerjaanku, kamu. Aku rasa, aku sudah berada di jalur yang benar. Bahwa cinta itu ada di mana-mana."

Advertisements

Puisi 8 : Cinta ada dimana-mana

Kali ini Faris merasakan cinta yang ada dimana-mana, kau hanya perlu menghargai tiap momen sekecil apa pun di sekitar mu. Ada sesuatu yang kosong dalam hati nya telah terisi dengan cinta-cinta ini. Dia teringat Jenny. Ada keinginan untuk memberi kabar atau sekedar mengucapkan terima kasih atas semua saran-saran nya.

Puisi 6 : Merindu Terang

“Aku hanya mengikuti kata hati ini ? bukan kah rasa ini yang nama nya Cinta ? Aku mencintai nya... terlebih ketika dia meninggalkan ku ? Apakah salah aku masih mengharapkan nya ?”

Puisi 5 : Sesak Dalam Gelap

Pikiran nya memberi ide untuk segera menceritakan apa yang tengah dia rasakan kepada orang lain. Sekedar membagi kesedihan agar cepat berkurang dan lama kelamaan bisa hilang segera. Sesak ini makin menjadi hingga membuat Faris seolah tidak bisa bernafas. Rasa ini terlalu sakit untuk di simpan di hati saja.

Menata Kembali

Apa yang kau sangka baik-baik saja ternyata tidak sesuai perkiraan. Banyak hal di dunia ini tampil sebagai kebohongan dan kemunafikan, tapi ada bahkan banyak yang terjadi karena kurang baiknya dalam berkomunikasi. Sempat merasa kecewa dan berusaha menyalahkan orang lain juga atas kondisi yang terjadi. Tanpa sadar apa yang terjadi akibat obrolan dari hati ke hati... Continue Reading →

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑