Puisi 6 : Merindu Terang

“Aku hanya mengikuti kata hati ini ? bukan kah rasa ini yang nama nya Cinta ? Aku mencintai nya... terlebih ketika dia meninggalkan ku ? Apakah salah aku masih mengharapkan nya ?”

Advertisements

Puisi 5 : Sesak Dalam Gelap

Pikiran nya memberi ide untuk segera menceritakan apa yang tengah dia rasakan kepada orang lain. Sekedar membagi kesedihan agar cepat berkurang dan lama kelamaan bisa hilang segera. Sesak ini makin menjadi hingga membuat Faris seolah tidak bisa bernafas. Rasa ini terlalu sakit untuk di simpan di hati saja.

Puisi 4 : Menikmati Gelap

Hening. Malam itu terasa sangat dingin, gerimis melengkapi nya sudah menjadi sesuatu yang tidak bakal mudah untuk di lupakan. Ada pertanyaan yang membutuhkan jawaban. Ada rasa marah yang menderu bergemuruh berulang-ulang tidak ingin menerima kondisi seperti ini terjadi. Faris berjalan perlahan di malam yang sepi itu mencoba memahami dan mengambil hikmah yang masuk dalam logika nya tentang keinginan sang perempuan itu untuk memutuskan hubungan ini

Puisi 3 : Kehilangan Cahaya

Kemudian jari Faris tergoda untuk melihat akun seseorang. Cinta pertama nya. Sekedar ingin tahu. Ia penasaran tentang kabarnya. Setelah beberapa tahun tidak ada kontak sama sekali. Ia mulai masuk ke profil nya, terlihat jelas foto nya dengan model rambut yang baru. Cantik.

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑